Jumat, 21 Januari 2011

Model balon membuka gap muatan baterai

Model balon membuka gap muatan baterai

 Suatu pandangan yang penting kedalam mekanisme reaksi hidrokarbon telah diungkapkan oleh para ilmuwan yang sedang di Perancis.

Transformasi terkatalisis dari hidrokarbon sangatlah penting pada industi petrokimia akan tetapi kelambanan mereka haruslah diatasi dengan dikerjakan dibawah tekanan dan suhu yang tinggi. Jean Sommer dan para koleganya pada University of Strasbourg telah menunjukkan keberadaan beberapa ion karbenium pada transformasi hidrokarbon pada katalis mineral zeolite. Beberapa ion tersebut pada umumnya diterima sebagai intermediate reaksi namun formasi mereka sepenuhnya belumlah dimengerti.
Sommer menggunakan suatu kombinasi pengukuran NMR dan melabeli bahan pertama guna mendeteksi keberadaan beberapa ion karbenium. Dia menjelaskan bahwa: ‘Kita menunjukkan keberadaan beberapa intermediate tersebut pada zeolite meski pada  suhu ruangan, suatu titk kontroversial pada katalis asam padat.’
Beberapa intermediate ion karbenium pada zeolites telah terlihat menggunakan NMR
‘Beberapa ion karbenium umumnya muncul pada konsentrasi yang sangat rendah, dan selanjutnya sangat sulit untuk dideteksi dan diamati,’ Sommer melanjutkan. ‘Pekerjaan kami mengkonfirmasikan bahwa mereka merupakan intermediate yang perlu dalam memebrikan logika pada reaktifitas hidrokarbon.’
Pierre Esteves, seorang ahli pada carboacation kimiawi pada Federal University of Rio de Janeiro, Brazil, mengomentari bahwa, ‘penggunaan yang elegan dari NMR digabungkan dengan hidrokarbon terklabeli secara isotopis menunjukkan bahwa bukti yang kuat dari perilaku carbocations didalam beberapa katalis berpori tersebut, bahkan pada suhu ruangan sekalipun.’
Langkah berikutnya, menurut Sommer, adalah menemukan jika reaksi tersebut bertempat didalam lubang zeolite atau pada luaran permukaan katalis tersebut.

 

Timah menghubungkan klub cincin aromatis


Timah menghubungkan klub cincin aromatis

Para ilmuwan dari Jepang telah berhasil menghubungkan suatu atom lead kedalam suatu molekul aromatic – metal yang sangat berat sejauh ini yang menjadi ‘teraromatisasi’. Temuan ini dapat menghasilkan beberapa struktur baru dengan elektron yang mendonasikan karakteritstik yang sangat berguna, dengan aplikasi potensial di beberapa daerah seperti katalisis atau optoelektronik.

Dengan membentuk cincin aromatic yang stabil dengan suatu elemen seperti lead sangatlah sulit karena adanya ketidak cocokan yang sangat besar dalam ukuran orbital elektronis metal dan karbon atom (orbital 6p dan 2p, secara berturut – turut) di dalam cincinnya. Suatu tingkat tertentu daripenutupan  diperlukan bagi elektron guna dibagi – bagikan secara merata di sekitar cincin – persyaratan dalam aromatisitas. Jika satu orbital sangat besar dan yang lain sangat kecil, maka pnutupannya merupakan aturan yang sangat tinggi.
Masaichi Saito, dari Saitama University, dan para koleganya mengambil sebagai bahan pertamanya adalah hexaphenylplumbole, persenyawaan cincin yang terditri dari lima anggota non aromatis yang berisi empat karbon dan satu lead,dengan suatu kelompok phenyl ditempelkan pada setiap karbon dan dua phenyl ditempelkan pada lead. Lalu mereka mengurangi persenyawaan dengan lithium, yang memiliki efek mengganti dua phenols yang mengikat pada lead dengan dua ion lithium.
Molekul aromatis dibuat dengan mengurangi hexaphenylplumbole dengan lithium
Ikatan Li-Pb lebih sangat polar dari pada ikatan Pb-C, dan lead menjadi anionic, sangat efektif menerima dua electron dari lithium. Pasangan electron ini tersedia dalam delokalisasi dalam cincin, dengan menggabungkan empat electron lainnya dari rangka karbon guna membuat molekul aromatic.
Setelah mendemonstrasikan bahwa hal ini mungkin dalam membuat penutupan orbital 2p dan 6p secara cukup guna membuat suatu molekul aromatic, Saito mengatakan bahwa hal ini dapat menimbulkan bahan baru dengan aplikasi potensial dalam bidang seperti katalisis. ‘Pada karakter dianionic tertentu dari molekul ini dapat membuatnya berguan sebagai donor elektron,’ katanya.
David Scheschkewitz, seorang ahli kimia inorganic pada Imperial College London, menjelaskan bahwa penelitian baru ini sebagais suatu ‘pekerjaan yang sangat bagus’.   Scheschkewitz mengatakan bahwa isolasi dari persenyawaan aromatic yang stabil pertama kali dengan atom lead sebagai bagian dari delokalisasi cyclic system electron-pi merupakan pencapaian sintetis yang sungguh luar biasa. ‘Studi ini menunjukkan secara impresif bagaimana carbine yang menyerupai karakter atom paling berat di kelompok 14 metalole dianions meningkat saat turun ke kelompok ini. Persenyawaan ini lalu mempunyai suatu koordinasi kimiawi terhadap transisi metal. Dalam pandangan akan pentingnya metalole yang berkaitan dengan unit yang diulang pada bahan optoelektronik, suatu aplikasi di masa mendatang dari persenyawaan yang dilaporkan sudah sangat jelas terlihat,’ tambahnya.